Selasa, 09 November 2021

Mengatasi Cegukan pada Bayi

 

Cegukan pada bayi
Cegukan pada bayi

Cegukan ini merupakan suatu kondisi yang terjadi sangat umum pada bayi dari bayi yang baru lahir hingga berusia sudah 1 tahun. Ini terjadi ketika bayi makan terlalu cepat ataupun terlalu banyak. Sehingga ini menimbulkan suatu pemicu pada kontraksi diafragma-diafragma serta penutupan pada pita suara bayi berangsur cepat. Para orang tua sebenarnya tidak perlu khawatir dengan bayi mengalami cegukan. Sebab, cegukan ini umumnya bukan merupakan hal yang begitu serius atau berbahaya. Bahkan kondisi ini bisa merupakan menjadi tanda bahwa bayi tumbuh secara normal tentunya. Atasi cegukan pada bayi ada beberapa cara untuk meredakannya. Bisa juga cegukan ini terjadi akibat bayi terlalu banyak menelan udara dari botol susu serta perubahan suhu didalam perut.

 

Melakukan ketika bayi mengalami cegukan

Kondisi pada saat bayi mengalami cegukan ini berangsur sebentar dan akan menghilang dengan sendirinya, berikut untuk mengatasi cegukan yang dialami oleh bayi :

  1. Menggendong bayi dalam posisi yang tegak dengan kurang lebih 20 menit lalu badan bayi dengan secara perlahan-lahan digosok dengan lembut.
  2. Usahakan dengan meminumkan susu pada bayi dimiringkan untuk botol dengan sudut sekitar 40 derajat saat mau menyusui sehingga udara yang ada pada botol naik ke bagian pada bawah botol.
  3. Menyusui bayi dengan secara perlahan-lahan atau juga sedikit namun sering.
  4. Memangku bayi dengan kondisi tegak saat memberinya makanan, guna mencegah ataupun mengurangi jumlah pada udara yang masuk ke dalam perut.
  5. Gendong atau memangku bayi dalam keadaan posisi tegak sekitar 20 menit sesudah menyusui agar udara yang naik ke aatas pada perut ini mengurangi pada tekanan-tekanan diafragma, sehingga bayi bisa bersendawa tenntunya.

 

Dari beberapa cara diatas merupakan apabila bayi mengalami cegukan, namun saat kondisi bayi masih tetap saja cegukan dengan tidak begitu membantu dengan cara diatas segera dibawa ke dokter anak agar bisa mendapatkan pemeriksaan serta penanganan lebih lanjut. Terlebih jika kondisi bayi cegukan ini sudah berlangsung berjam-jam dan juga tidak kunjung hilang.

 

Hindari saat bayi mengalami cegukan

Mitos yang beredar dimasyarakat sekarang ini sebagai dalam mengatasi cegukan pada bayi ini sebaiknya orang tua menghindari hal-hal tersebut. Jika berisiko menyebabkan cedera maka hindari beberapa mitos pada bayi, diantarnaya :

  1. Membuat bayi dengan cara mengagetkan ataupun menakuti saat kondisi sedang cegukan.
  2. Menarik lidah pada bayi atau juga menekan jidatnya saat cegukan.
  3. Memberi bantuan dalam pernapasan.
  4. Meletakkan kain basah pada jidatnya.


Mewaspadai kondisi bayi cegukan terus-menerus

Orang tua perlu memperhatikan cegukan yang dialami oleh bayi ini normalnya berlangsung sekitar 10 menit. Apabila, cegukan ini terjadi secara terus-menerus maka bisa jadi pertanda bahwa bayi mengalami yang namanya gastroesphageal reflux ataupun refluks asam lambung, ini terjadi ketika asam lambut yang naik sampai kerongkongan. Selain itu juga saat bayi mengalami refluks asam lambung juga dapat mengalami beberapa gejala-gejala lainnya, yaitu :

  1. Muntah
  2. Rewel dan juga menangis
  3. Banyak bergerak bahkan sering melengkung pada punggungnya secara berlebihan setelah ataupun selama makan
  4. Air liur ini lebih sering dari biasanya atau keluar ludah
  5. Air ludah yang berwarna kehijauan atau juga kekuningan

 

Apabila kondisi bayi ini ditemukan tanda dan gejala seperti diatas maka segera ke dokter anak untuk penanganan lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko terjadinya kondisi yang lebih serius yang terjaid pada bayi.