Rabu, 18 Agustus 2021

7 Adab Membaca Al Quran

Al-Qur'an
Al-Qur'an

Orang yang membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi yang terkandung di dalam Al Quran, maka ia akan mendapatkan manfaatnya. 

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


“Bacalah Al Quran, sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada para pembacanya.” (HR. Imam Muslim). 


Karena Al Quran merupakan kalamullah (firman Allah) bukan buku bacaan biasa, maka cara membacanya memiliki adab-adab yang harus diamalkan oleh orang yang akan membacanya. 

Lalu apa adab membaca Al Quran ?

Maka dari itu, dalam artikel kali ini akan coba membahas tentang adab-adab dalam membaca Al Quran sebagai berikut ini : 

 

1. Berwudhu

Sama seperti halnya sholat, sebelum membaca Al Quran pun dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Namun hal ini hanya berlaku bagi anda yang membaca Al Quran melalui mushaf langsung. Tetapi orang yang membaca Al Quran tanpa menyentuh mushaf seperti hafalan atan melalui smartphone tidak perlu berwudhu terlebih dahulu. Meskipun demikian, pastikan tubuh dan pakaian anda bersih dan bebas dari najis. 

 

2. Bersiwak (sikat gigi)

Membaca Al Quran hendaknya dilakukan dengan mulut yang bersih dan tidak beraroma yang kurang sedang. Maka dari itu, hendaklah bersiwak atau sikat gigi terlebih dahulu sebelum membaca Al Quran. Hal ini dilakukan agar mulut anda bersih dan nafaspun menjadi lebih segar. 

 

3. Menghadap Kiblat 

Sekalipun tidak sedang menjalankan sholat, namun sebaiknya menghadap kiblat saat membaca Al Quran. Hal ini tercantum dalam Al Quran yang berbunyi :


Artinya : “Mereka itu tidak sama, di antara ahli kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (ssholat). (QS. Ali Imran : 113). 

 

4. Baca Ta’awudz dan Basmallah

Ketika hendak membaca Al Quran hendaknya diawali dengan membaca ta’awudz dan basmallah. Hal ini dilakukan untuk meminta perlindungan kepada Allah subhana wa ta’ala dari godaan setan yang terkutuk.

Adapun  bacaan ta’wudz adalah sebagai berikut :


A’dddzu billaahi minasy syaithoonir rahiim


Artinya : “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

 

Setelah itu membaca basmalah yang berbunyi :


Bismillahirrahmanirrahiim


Artinya : “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

 

5. Dibaca Dengan Tartil

Ketika membaca Al Quran hendaknya dibaca secara tartil tidak terges-gesa. Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa saja yang membaca Al Quran (khatam) kurang dari tiga hari, berarti dia tidak memahami.” (HR. Ahmad).

Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam pun memerintahkan para sahabatnya seperti Abdullah Ibnu Umar untuk mengkhatamkan Al Quran setiap satu minggu. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh sahabat lainnya seperti Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Mas’ud, dan Utsman bin Affan. 

 

6. Merenungkan Maknanya 

Ketika membaca Al Quran maka hendaknya dalam kondisi yang tenang dan khusyu, serta merenungi maknanya. 

Allah subhana wa ta’ala berfirman :


Artinya : “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya A Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS. An-Nisa : 82). 

 

7. Diakhiri Dengan Membaca Doa

Usai membaca Al Quran dianjurkan untuk membaca doa penutup yang berbunyi :


Shadaqallahul ‘adziim wa balagha rasuuluhul kariim wa nahnu ‘alaa dzaalika minasy syaahidin


Artinya : “Maha benar Allah Yang Maha Agung dan Rasul-Nya yang mulia dan kami atas hal itu termasuk orang-orang yang bersaksi.”

Related Posts

7 Adab Membaca Al Quran
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.