Jumat, 22 Mei 2020

Lakukan Tips Mencegah Lecet pada Kaki Memakai Sepatu

Tips Mencegah Lecet
Tips Mencegah Lecet


Sepatu merupakan alat melindungi kaki untuk bepergian kemana-mana, bahkan saat bersekolah, jalan-jalan, kuliah, kantor dan sekarang sepatu sangat lumrah untuk dipakai kemana-mana. Maka, jangan heran setiap orang pasti mempunyai sepatu. Bahkan, seperti sepatu sekolah, kerja, lari bahkan heels. Masih banyak lagi beberapa sepatu yang dilihat dari tipe-tipe tersebut. Dari beberapa sepatu pasti memiliki sepatu andalan yaitu sepatu yang sering bahkan yang bisa membuat percaya diri setiap memakainya. Namun, tidak setiap sepatu andalan atau favorit menjadi sepatu yang begitu menyakitkan saat dipakai, tapi pasti akan dipakai juga. Tak perlu heran juga kalau sepatu bisa membuat luka yang serius apabila tidak begitu diperhatikan. Ada beberapa tips mencegah lecet saat memakai sepatu, mari disimak !


Sebelum Memakai Sepatu 
  • Potong kuku dengan benar, guna menghindari jangan sampai terdapat luka pada kuku ataupun pada kulit kaki, agar menghindari terjadinya lecet hingga luka sampai infeksi
  • Gunakan sepatu dengan ukuran yang pas, sepatu yang tidak menyentuh ujung pada jari atau ujung kuku ini yang baik sebab membuat kaki lebih leluasa dan tidak merasakan sempit, namun perlu juga diperhatikan jangan sampai menggunakan sepatu terlalu besar
  • Rutin mengganti sepatu untuk membuat kaki lebih nyman
  • Hindari bertelanjang kaki pada diarea umum, pada saat melakukan perjalanan ke area yang begitu lembab seperti ke kolam renang atau pemandian umum, karna akan rentan terjadi jamur pada kaki


Lakukan saat Memakai Sepatu
  • Beli sepatu yang sesuai dengan ukuran kaki
  • Perhatikan selalu bahan dan juga jahitan pada sepatu yang mungkin akan menggesek kaki begitu keras dan membuat tidak nyaman
  • Seringlah ganti sepatu sebisa mungkin, hal ini sangat baik untuk memberikan keringan beberapa teknanan pada kaki yang terus menerus pada satu sepatu saja, yang begitu membuat lecet
  • Jaga kaki untuk tetap kering, jangan menggunakan sepatu saat kaki masih terasa basah sebab bisa juga menimbulkan kaki berjamur dan menimbulkan lecet
  • Gunakan kaos kaki yang kering
  • Untuk sepatu baru maka pakailah sekali atau dua kali untuk beradaptasi sebelum menggunakannya untuk sesering mungkin yang banyak digunakan untuk berjalan kemana-mana
  • Letakkan sepatu ditempat yang kering dan juga tidak lembab
  • Selalu membawa peralatan P3K kemana saja seperti Hansaplast Foot Plaster, ini gunanya untuk melindungi bagian pada kaki yang rentan terhadap luka lecet sebelum terjadinya lecet dalam menggunakan sepatu

Memakai sepatu yang sama setiap hari ini apalagi menggunakan sepatu yang dalam keadaan tertutup sepenuhnya dapat menciptakan lingkungan yang sangat lembab pada kaki. Sehingga pada kaki ini akan meningkatkan terjadinya lecet bahkan infeksi jamur. Apalagi menggunakan sepatu yang berbahan plastik pasti akan terjadi lecet bahkan juga tidak memakai kaos kaki. Infeksi pada kaki ini berbagai macam apabila tidak sangat memperhatikan terlebih dahulu dalam memakai sepatu. Yaitu, akan terjadi perubahan pada warna kuku kaki, penebalan kuku, kuku membelah, kulit bersisik bahan begitu berbau. Selain itu juga, infeksi ini bisa menyebabkan pada kaki menjadi iritasi dan tumbulnya rasa yang begitu nyeri.

Maka saat memakai sepatu hendaklah menggunakan Hansaplast Foot Plaster sebab ini menjadi pertolongan pertama pada kaki mencegah serta melindungi yang dikarnakan terjadi pergesekan terus menerus pada permukaan kulit. Ini juga bisa melindungi luka lecet dari kotoran yang bisa menyebabkan sebuah infeksi. Bahan yang digunakan Hansaplast Foot Plaster dirancang khusus dengan menggunakan bahan elastic waterproof sehingga membuat nyman pada kaki. Saat pemakaian plaster tersebut jangan lupa untuk diganti secara teratur.


Dari tips mencegah lecet dari pemakaian sepatu ini dapat membantu setiap orang memakai sepatu menjadi lebih nyaman tanpa rasa takut untuk memakai sepatu. Gunakan sepatu yang sesuai agar kaki menjadi tidak lecet sehingga bergerak leluasa pun jadi terasa nyaman. Dan jangan lupa untuk selalu membawa Hansaplast Foot Plaster sebagai pertolongan pertama pada kaki.

Sabtu, 16 Mei 2020

Inilah Tips Dalam Mencuci Pakaian dengan Benar

Tips dalam Mencuci Pakaian
Tips dalam Mencuci Pakaian

Cuci pakaian dengan mesin cuci memang mudah, namun lihat dari segi pengaturan opsi dari segala jenis bahan maupaun pakaian. Maka, ada beberapa jenis bahan pakaian yang tidak mungkin sesuai untuk pencucian menggunakan mesin cuci. Bingung bagaimana mencuci pakaian dengan baik menggunakan tangan ? Ikuti dengan tips dalam mencuci  pakaian sebagai berikut.

Pakaian dengan Perlakuan Khusus Tanpa Mesin Cuci
Mencuci pakaian dengan mesin cuci sangat praktis apalagi sudah hemat waktu. Namun, ada pakaian yang harus dicuci menggunakan tanpa mesin sebab harus diperlakukan dengan khusus. Beberapa pakaian yang harus dicuci menggunakan tangan, yaitu :


  1. Bahan pakaian yang terbuat dari wol ataupun jenis serat yang sangat mudah mengerut
  2. Pakaian yang menggunakan bahan halus, seperti satin, sutra, dan renda
  3. Mengatasi pakaian yang luntur
  4. Mengatasi pakaian dengan noda membandel


Alangkah baiknya agar tidak merusak pakaian saat mencuci maka lihat dulu label pencucian yang biasanya ada dibalik setiap pakaian. Untuk memudahkan cara mencuci sesuai intruksi dan saran. Kenapa hal ini dilakukan ? Agar pakaian tersebut bisa awet dan tahan lama. 

Tips Mencuci Pakaian dengan Benar
Pakaian yang mempunyai bahan dari suede, kulit, ataupun beludru ini kemungkinan akan rusak jika dicuci menggunakan mesin cuci. Maka, itulah sebabnya pakaian dengan bahan tersebut tidak boleh dicuci dengan mesin cuci. Sangat baik dilakukan menggunakan metode dry clean.

Bahan seperti wol ataupun sutra bagi ibu rumah tangga bisa gunakan dengan tangan. Mencucinya tentu butuh dengan ketelitian lebih guna menghindari kerusakan pada bahan pakaian. Karna pakaian tersebut terbuat dari bahan yang sangat halus. Maka, perhatikan beberapa hal ini dalam mencuci :

  • Basahi pakaian dan lakukan perawatan pada noda-noda yang ada pada pakaian. Apabila noda itu mengering sesudah proses pencucian maka akan lebih sulit dihilangkan
  • Pilihlah pakaian yang senada atau memiliki warna yang sama guna menghindari terjadinya luntur warna pada pakaian. Selalu pisahkan pakaian warna putih dari pakaian yang bewarna saat mencuci pakaian
  • Gunakan mencuci dengan deterjen agar perawatan pakaian maksimal bahan apapun apalagi dengan bahan halus harus gunakan perawatan khusus, serta untuk mengatasi pakaian yang luntur
  • Gunakanlah air dingin untuk mencuci pakaian. Apabila menggunakan air hangat ataupun panas akan merusak pakaian yang berbahan sutra ataupun sutra yang pakaian tersebut menjadi menyusut dan mengerut
  • Letakkanlah benda yang berukuran kecil yang mudah lepas didalam kantong atau sarung bantal. Kantong jaring ini melindungi benda tersebut tersangkut ataupunt terbelit dengan pakain yang lebih besar
  • Sangat perhatikan setiap pakaian yang memiliki label dibalik pakaian agar pakaian dicuci ini tidak rusak dan diharapkan dicuci dengan tepat

Cara Mencuci Pakaian dengan Tangan yang Benar
Beberapa pakaian yang dicuci secara khusus sebaiknya dipisah agar tidak dimasukkan dalam mesin cuci. Maka, ada beberapa pakaian yang dicuci dengan tangan yang pastinya lebih aman dan tahan lama tidak cepat rusak. Cara mencucinya sebagai berikut :

  • Isi air didalam ember besar tentunya dengan air dingin (air hangat ataupun panas mempercepat rusak pakaian yang berbahan halus). Untuk pakaian dalam dicuci dengan sebaliknya, sebab kalau menggunakan dengan air panas sangat cocok untuk menghilangkan bau serta membunih mikroorganisme yang menempel.
  • Tambahkan deterjen untuk mencuci pakaian
  • Masukkan pakaian lalu direndam sekitar 15-30 menit gunanya deterjen untuk mengangkat noda pada pakaian
  • Kucek pakaian tersebut dengan lembut, hindari mencuci dengan terlalu bertenaga ataupun dengan tergesa-gesa agar pakaian tidak rusak
  • Kosongkan ember lalu bilas pakaian dengan air dingin bersih
  • Ulangi sampai busa dari pakaian hilang
  • Lakukan perasan lembut agar serat-serat pakaian tidak melar
  • Keringkan pakaian yang rata, ditali jemuran atau hanger, hal ini tergantung jenis bahan pakaian

Itulah tips untuk mencuci pakaian dengan tangan yang baik, maka sangat diperhatikan saat mencuci yaitu cek selalu label pencucian pakaian dibalik pakaian. Agar menghindari bahan ataupun pakaian cepat rusak. Semoga bermanfaat !

Kamis, 14 Mei 2020

Susi Sugianti Guru TK yang Ajarkan Toleransi Sedari Dini

Susi Sugiarti
Susi Sugiarti

Mengajarkan toleransi pada orang dewasa saja, bukan main susahnya, apalagi jika harus menjelaskannya pada anak usia TK. Itulah hal yang dirasakan oleh seorang guru Susi Sugianti, seorang guru TK di Kupang, NTT yang awalnya tidak tinggal ditempat tersebut karena mengikuti tugas suami. Menjadi guru di tempat yang beragam agamanya yang minoritas, membuat Susi Sugianti pun harus bijak serta harus ekstra hati-hati dalam menjawaab pertanyaan seputar kebiasaan agama yang dilontarkan oleh siswanya, apalagi siswanya yang masih belum harus paham tentang agama namun hal inilah yang terjadi guna menumbuhkan ajaran agama yang dianut oleh setiap siswanya. Dalam berbagai perbedaan beragama oleh siswa maka rasa ingin mengajar dengan setiap pertanyaan yang mengandung hal-hal agama harusnya dengan hati-hati dan tertuang dalam ajaran agama tersebut. 

Seringnya Susi Menghadapi Pertanyaan Soal Perbedaan Agama
Jika Susi mengajar di daerah asalnya Subang, kemungkinan besar ia takkan dihadapkan dengan pertanyaan seputar perbedaan kebiasaan agama dari siswanya. Namun, takdir membawanya mengajar TK di Kupang, NTT, karena ia ikut dengan suaminya yang kebetulan mengajar di sana. Hal itu tidak membuat semangat mengajar bagi Susi untuk terus mengejar cita-citanya agar anak bangsa bisa menuntut ilmu setinggi-tingginya. Dalam mengajar mengajar di timur Indonesia, Susi kerap ditanyai siswanya terkait kebiasaan agama yang berbeda. Pertanyaan ini kadang membuat dirinya cukup terenyah karena rasa ingin tahu oleh siswanya yang mana kurang pembelajaran tentang berbedanya keyakinan beragama bagi setiap orang.
Salah satu pertanyaan yang kerap ditanyakan siswanya adalah mengapa ia tak bisa makan babi, sedangkan temannya boleh memakannya. Dengan pertanyaan tersebut Susi pun menjelaskan bahwa perbedaan agama yang dianut inilah yang membuat adanya larangan atau tidak diperbolehkannya memakan babi sesuai aturan dan ajaran agama, membuat babi tak boleh dikonsumsi oleh siswanya tersebut. Dirinya pun sangat berusaha sebijak mungkin menjawab pertanyaan sensitif ini, agar tak tercipta jarak atau perbedaan yang mendasar dalam hal berteman antara siswanya yang berbeda agama. Karna di Indonesia banyak adanya perbedaan keyakinan antara sesama umat.
Mengingat Islam merupakan agama minoritas di sana, Susi mengusulkan pada pihak sekolah untuk membuat program keagamaan setiap Jumat. Agar para siswa yang menganut agama Islam lebih tahu banyak tentang agama Islam guna menghindari terjadinya salah ajaran dalam beragama. Ia juga menginisiasi acara untuk menumbuhkan toleransi antar siswanya yang berbeda agama. Dengan menggabungkan acara natal dan tahun baru di waktu yang sama, maka siswa muslim dan non-muslim bisa sama-sama menampilkan bakatnya untuk memeriahkan acara bagi siswa disekolahnya.

Pengabdian Susi Sugianti yang Berbuah Manis 
Tak hanya mengajarkan toleransi pada siswa, namun Susi juga merupakan guru yang begitu sangat kreatif. Karya tulisnya yang bertemakan pelatihan kreativitas anak lewat menggambar, membuatnya diganjar predikat Guru TK Berprestasi di tingkat nasional. Bahkan, berkat pengabdiannya sebagai seorang guru TK kreatif, ia pun diundang langsung ke negara Denmark untuk melihat kegiatan belajar di sana untuk pengalaman mengajar didaerahnya yang begitu minim fasilitas. 
Mengingat dedikasi yang diberikan oleh Susi untuk dunia pendidikan Indonesia ini, tentu tak ada salahnya ia dianugerahi Asuransi Syariah Indonesia dari Allianz. Dengan adanya Produk Asuransi Syariah Allianz ini, Susi bisa mendapatkan santunan antar sesama karna saling membantu melakukan kebaikan yang #AwaliDenganKebaikan, jika tiba-tiba ia jatuh sakit saat tengah mencerdaskan kehidupan bangsa.