Sabtu, 25 April 2020

Ini Risiko Punya Tunggakan Kredit Mobil

Kredit mobil

Melihat adanya tawaran promo di https://www.dipostar.com/id/promo.htm langsung tertarik untuk mengajukan kredit mobil. Apalagi uang tabungan juga cukup untuk membayar DP mobil. Namun jangan lupa, setelah proses pengajuan kredit ada yang harus Anda bayar setiap bulannya, yaitu cicilan kredit.
Sayangnya, hal ini sering terlupa oleh masyarakat. Mereka hanya fokus pada jumlah DP yang harus dibayar dan juga tawaran promo menarik yang diberikan oleh dealer maupun perusahaan pembiayaan. Akibatnya, setelah beberapa lama pengajuan kredit diterima mereka tidak lagi mampu membayar cicilannya. Padahal jika hal tersebut sampai terjadi ada hal buruk yang akan menanti Anda, antara lain :

1. Tanggungan Denda Menumpuk
Setiap kredit pasti ada tanggal jatuh tempo. Tanggal tersebut merupakan batas waktu akhir yang diberikan oleh perusahaan pembiayaan agar nasabah membayar cicilan tersebut. Untuk Anda yang melakukan pembayaran secara autodebet maka cicilan tersebut akan langsung ditarik dari rekening tabungan Anda pada tanggal jatuh tempo sehingga Anda wajib menyediakan dana senilai jumlah cicilan sebelum tanggal yang ditetapkan. Sementara jika Anda tidak menggunakan fitur ini, maka Anda wajib membayar secara manual.
Ketika sampai batas waktu yang ditentukan Anda tidak juga membayar, maka Anda akan dikenai denda. Perhitungan denda ini bisa sangat beragam tergantung pada kebijakan perusahaan pembiayaan yang Anda gunakan.
     2. Riwayat Kredit Buruk
Bank Indonesia mencatat semua kredit yang diajukan oleh nasabah. Tidak hanya kredit mobil saja, termasuk juga kartu kredit, kredit pemilikan rumah, dan sebagainya. Ketika Anda memiliki tunggakan aapalagi jika sampai kredit macet, maka nama Anda akan masuk ke dalam daftar hitam Bank Indonesia.
     3. Kendaraan ditarik
Pernahkah Anda menonton drama atau sinetron yang menceritakan adanya penarikan kendaraan akibat pemiliknya tidak mampu melanjutkan pembayaran cicilan ? Jangan pernah mengira hal tersebut hanya didramatisir, karena itu memang benar bisa terjadi. Tentunya, ada berbagai prosedur yang harus dilakukan perusahaan pembiayaan sebelum melakukan penarikan kendaraan. Namun, hal tersebut tetap bisa terjadi.

Tentunya, risiko yang Anda dapat akibat terjadinya penunggakan kredit akan sangat merugikan diri sendiri.Jadi ada baiknya jika Anda lebih waspada dalam memutuskan apakah akan mengajukan kredit mobil atau tidak.

Minggu, 05 April 2020

Sebelum Investasi Ketahui Dulu Kalkulasi Bunga Deposito Bank

Kalkulasi bunga deposito bank

Investasi merupakan salah satu cara untuk bisa mendapatkan jaminan kehidupan di masa depan. Salah satu investasi bisa dilakukan dengan deposit di bank. Deposito cukup banyak diminati orang, karena hasilnya yang pasti. Namun, sebelum memastikan akan menaruh deposito di salah satu bank, perlu diketahui terlebih dahulu soal kalkulasi bunga deposito bank.

Cara untuk Kalkulasi Bunga Deposito Bank
Deposito merupakan salah satu produk yang diberikan oleh bank kepada nasabahnya yang ingin melakukan investasi dalam bentuk simpanan. Perbedaanya dengan tabungan biasa adalah bunga yang akan diterima akan jauh lebih besar. Sehingga, cara ini cukup efektif, selain menabung, jumlah uang nantinya juga akan bertambah sesuai dengan bunga yang diberikan.
Kalkulasi bunga deposito bank bisa dilakukan dengan rumus jumlah uang x jumlah hari dalam sebulan x bunga pertahun x pajak dan dibagi satu tahun (360 hari). Dengan rumus tersebut kita akan bisa melihat berapa hasil yang didapat. Hasilnya, akan dipengaruhi oleh jumlah uang atau dana deposito, jangka waktu, bunga, dan juga pajak penghasilan.
Jika masih bingung dengan rumus tersebut, mungkin Anda membutuhkan sebuah contoh simple ini. Misalnya, Anda akan melakukan deposito sejumlah Rp 10.000.000,00 dengan bunga yang diberikan oleh bank adalah sebesar 5% dan pajak sebesar 80%. Maka untuk menghitung Anda tinggal masukkan saja semua angka tersebut kedalam rumus.
Jadi, Rp 10.000.000,00 (dana deposito) x 30 (jumlah hari dalam satu bulan) x 5% x 80% : 360, maka hasil yang akan didapat adalah Rp 32.877 setiap bulannya. Jumlah tersebut juga bisa dipengaruhi oleh masa tenor, misalkan Anda melakukan deposito dengan masa tenor 3 bulan, maka Anda bisa mengalikan hasil tersebut dengan 3, sehingga didapat hasil Rp 98.631,00.
Rp 98.631,00 adalah hasil yang akan didapat selama melakukan deposit di suatu bank. Efisien atau tidak itu tergantung Anda. Jika, memang berniat untuk melakukan investasi untuk mendapat jumlah yang besar, Anda bisa memperhatikan bunga dan pajak. Juga bisa dengan memperbesar dana deposito dan memperpanjang tenor, maka Anda akan mendapat hasil yang lebih besar.

Beberapa Hal yang Mempengaruhi Hasil Deposito
Lebih jelasnya, terdapat empat hal yang akan mempengaruhi berapa jumlah yang akan didapat. Pertama adalah dana deposito. Jadi, jumlah uang yang akan Anda alokasikan untuk deposito akan mempengaruhi jumlah yang akan didapat. Pada, umumnya jumlah minimal untuk deposito berbeda-beda tergantung dengan kebijakan dari bank.
Semakin besar Anda menaruh dana untuk deposito, maka bunga yang akan diberikan juga akan semakin besar. Sehingga, hasil yang akan didapat juga bisa lebih banyak. Hal ini juga berhubungan dengan faktor yang kedua, yaitu jangka waktu. Bank akan memberikan beberapa masa tenor yang bisa dipilih oleh nasabah. 
Faktor berikutnya yang juga sangat berpengaruh adalah bunga dari deposito yang diberikan oleh bank. Soal ini Anda tidak bisa merubahnya, Anda hanya bisa memilih mana bank yang memberikan bunga lebih besar. Bunga yang diberikan oleh bank bisa berubah sewaktu-waktu tergantung dengan kebijakan moneter dari Menteri Keuangan.
Faktor yang terakhir yaitu pajak. Jumlah pajak memang tidak terlalu besar, namun hal ini juga mempengaruhi berapa hasil akhir yang didapat setelah dipotong pajak sekian persen. Hal ini juga sudah tercantum dalam PP 131 Tahun 2000 yang mewajibkan membayar pajak sebesar 20%. Namun, jumlah pajak tersebut berlaku untuk deposito di atas Rp 7.500.000,00.
Itulah tadi sedikit ulasan tentang kalkulasi bunga deposito bank, jadi sekarang Anda bisa melakukan kalkulasi sendiri. Tujuannya adalah agar bisa mengetahui berapa jumlah yang akan didapat saat akan investasi, dan Anda bisa menilainya apakah jumlah tersebut sudah efisien atau belum.